Dalam dunia keamanan siber, trafik anomali merupakan indikator penting untuk mendeteksi dan mencegah berbagai ancaman yang dapat merusak sistem dan jaringan. Berikut adalah sepuluh trafik anomali yang menjadi perhatian utama:
1. Mirai Botnet
Mirai Botnet adalah jenis botnet yang menargetkan perangkat Internet of Things (IoT) dengan melakukan serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Botnet ini bekerja dengan mengeksploitasi perangkat IoT yang memiliki password default atau mudah ditebak. Perangkat yang terinfeksi akan dikendalikan oleh threat actor untuk meluncurkan serangan DDoS, menyebabkan gangguan layanan dan potensi kerusakan reputasi.
Pencegahan:
Mengganti password default perangkat IoT
Memperbarui firmware secara berkala
Melakukan segmentasi jaringan
Menonaktifkan fitur yang tidak diperlukan
Memantau keamanan secara berkelanjutan
2. Generic Trojan RAT
Generic Trojan RAT merupakan signature yang menunjukkan adanya aktivitas backdoor communication dengan command and control server milik threat actor. Trojan ini berpotensi mencuri informasi, menghapus data, serta menjalankan program berbahaya di latar belakang tanpa sepengetahuan pengguna.
Pencegahan:
Memperbarui sistem operasi dan perangkat lunak secara berkala
Menggunakan antivirus yang selalu diperbarui
Menghindari unduhan dari sumber tidak resmi
Berhati-hati dalam membuka lampiran email dan tautan mencurigakan
3. Phishing Site
Phishing Site adalah situs web palsu yang digunakan untuk mencuri informasi sensitif seperti password dan data keuangan. Situs ini sering kali didistribusikan melalui email phishing yang tampak meyakinkan.
Pencegahan:
Tidak mengklik tautan dari email mencurigakan
Memverifikasi keaslian situs sebelum memasukkan informasi pribadi
Memperbarui antivirus secara rutin
4. Mylobot Botnet
Mylobot adalah botnet yang menargetkan sistem operasi Windows dan dapat mengunduh muatan tambahan dari command and control server. Setelah menginfeksi perangkat, Mylobot dapat menonaktifkan Windows Defender dan Windows Update, menyulitkan deteksi dan mitigasi.
Pencegahan:
Memperbarui sistem operasi dan antivirus
Mencadangkan data secara berkala
Menghindari akses ke situs web tidak terpercaya
Tidak membuka email dari pengirim yang tidak dikenal
5. WireGuard VPN Exploitation
WireGuard adalah alat VPN yang sering digunakan untuk komunikasi pribadi. Namun, beberapa kerentanan seperti CVE-2023-35838 dapat dieksploitasi oleh threat actor untuk mengendalikan lalu lintas jaringan.
Pencegahan:
Menggunakan konfigurasi firewall yang baik
Memantau lalu lintas jaringan secara aktif
Mengaktifkan logging yang rinci
Memperbarui perangkat lunak secara rutin
6. ZeroTier Remote Connection
ZeroTier adalah solusi VPN berbasis mesh yang memungkinkan pembuatan jaringan pribadi virtual secara instan. Jika tidak dikontrol, alat ini dapat digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan akses jarak jauh tanpa izin.
Pencegahan:
Memantau aktivitas jaringan ZeroTier
Mengaktifkan logging yang rinci
Menggunakan autentikasi yang kuat
Melakukan segmentasi jaringan
7. OpenVPN Behavior Anomaly
OpenVPN adalah aplikasi open-source yang digunakan untuk koneksi VPN. Namun, threat actor dapat menyisipkan malware ke dalam aplikasi ini untuk melakukan spionase terhadap perangkat korban.
Pencegahan:
Menggunakan OpenVPN versi terbaru dari sumber resmi
Menerapkan konfigurasi firewall yang ketat
Memantau lalu lintas jaringan OpenVPN
Mengaktifkan kebijakan otorisasi pengguna yang ketat
8. Remcos RAT
Remcos adalah Remote Access Trojan (RAT) yang awalnya merupakan alat legitimate untuk penetration testing, tetapi kini sering digunakan oleh threat actor untuk mengontrol perangkat korban dari jarak jauh.
Pencegahan:
Tidak menginstal perangkat lunak dari sumber tidak terpercaya
Memantau aktivitas proses yang mencurigakan
Menggunakan solusi endpoint security
Mengaktifkan deteksi perilaku anomali pada sistem
9. Netcore Backdoor Exploitation
Kerentanan ini ditemukan pada beberapa router Netcore yang memungkinkan threat actor mendapatkan akses root melalui port UDP 53413.
Pencegahan:
Memblokir akses eksternal ke port UDP 53413
Melakukan pembaruan firmware pada router
Melakukan segmentasi jaringan
Memantau keamanan perangkat secara berkala
10. Unknown Malware Activity
Aktivitas malware yang tidak diketahui dapat mencakup berbagai ancaman yang baru berkembang atau teknik serangan yang belum teridentifikasi.
Pencegahan:
Menggunakan threat intelligence untuk mendeteksi pola anomali
Memperbarui sistem dan perangkat lunak secara berkala
Menerapkan keamanan berbasis perilaku (behavior-based security)
Mengedukasi pengguna tentang ancaman siber terbaru
Kesimpulan
Dengan meningkatnya ancaman siber, deteksi dan mitigasi trafik anomali menjadi kunci dalam menjaga keamanan sistem dan jaringan. Organisasi dan individu harus proaktif dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan agar tetap terlindungi dari ancaman yang terus berkembang.
Daftar Pustaka
0 Komentar